Sewa alat berat seperti scaffolding dan tower crane kerap digunakan dalam pembangunan gedung tinggi dan jembatan. Alat tersebut sampai saat ini masih digunakan dan dioperasikan oleh manusia.

Ukurannya yang besar juga berisiko terjadi kecelakaan sehingga bisa mengancam nyawa para pekerja. Maka itu lokasi pembangunan bisa dikatakan menjadi area berbahaya dan tak bisa dimasuki sembarang orang.

Biasanya setiap rencana pembangunan sudah ada aturan keselamatan umum demi mencegah terjadinya kecelakaan. Pastikan jika aturan keselamatan ini dijalankan agar proses pembangunan berjalan lancar.

Keselamatan Bekerja Saat Menggunakan Alat Berat

Operator Memiliki Keterampilan

Seperti pengoperasian tower crane, operator diharuskan memiliki keterampilan bahkan lisensi. Beberapa penyedia sewa tower crane memiliki operator dengan sertifikasi The National Commission for the Certification of Crane Operators (NCCCO). Dengan sertifikasi tersebut, operator terbilang berpengalaman dan andal dalam mengoperasikan tower crane sehingga mencegah terjadinya kesalahan.

Alat Keselamatan

Dalam proyek pembangunan, ada beberapa alat pendukung keselamatan untuk para pekerja dan orang-orang yang berkunjung.  Mengenakan alat keselamatan seperti helm, sepatu boots, rompi, dan sarung tangan menjadi sedikit cara untuk perlindungan diri. Pastikan juga untuk menggunakan alat keselamatan dengan kualitas terbaik.

Beberapa alat keselamatan yang sebaiknya digunakan, seperti.

 

  • Safety helmet. Sebaiknya terus digunakan selama jam kerja—bahkan saat Anda berada di lingkungan pembangunan.
  • Pelindung mata. Beberapa pekerjaan seperti pengelasan, menatah baja, pengeboran membutuhkan pelindung mata. Tak hanya melindungi mata, tetapi juga melindungi wajah secara langsung karena bisa mengurangi cahaya yang berlebihan.
  • Sepatu atau pelindung kaki. Pilihlah yang menutupi seluruh kaki dan memiliki pengaman pada jari-jari kaki. Pilih yang terbuat dari sol anti-bocor dan anti-slip.
  • Pelindung telinga. Hindari suara bising dengan menggunakan pelindung telinga, apalagi jika Anda bekerja pada level suara maksimum 85 dB selama 8 jam setiap harinya.

 

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Dalam pekerjaan proyek, kita memang tidak pernah menduga kejadian buruk yang mungkin saja terjadi. Untuk itu, selain memberikan alat keselamatan dalam bekerja, berikan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Terlebih lagi petugas media tak selalu ada di tempat mengingat wilayah proyek yang luas. Bekali para pekerja mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan sehingga saat terjadi yang tak diinginkan, korban bisa ditangani lebih cepat.

Hindari Dehidrasi

Keselamatan bisa diantisipasi dari dalam. Contohnya dengan rutin konsumsi air mineral. Kekurangan asupan air atau dehidrasi memicu kurang konsentrasi para pekerja. Jika tidak konsentrasi, risiko kecelakaan akan semakin besar. Untuk itu pastikan jika para pekerja mendapatkan asupan minuman—termasuk makanan, dengan tepat dan seimbang.