Kehadiran alat berat berfungsi sebagai penunjang proyek konstruksi untuk memudahkan dan mengefisiensikan pekerjaan. Penggunaan alat berat yang tak tepat, berpengaruh pada kerugian waktu, target, hingga biaya.

Anda mungkin pernah mendengar jenis-jenis alat berat. Beberapa alat berat yang digunakan, seperti doxen, alat gali, alat pengangkut, dan alat pemadat tanah. Namun, seberapa jauh Anda mengetahui fungsi-fungsi setiap alat berat?

Berikut ini klasifikasi alat berat dilihat dari fungsinya.

7 Klasifikasi Alat Berat Dilihat dari Fungsinya

Alat Berat Sesuai dengan Fungsinya

Rostiyanti (2009) mmembagikan alat berat berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya, alat berat dibagi menjadi.

  • Alat Pengolah Lahan

Pembukaan lahan, seperti menghilangkan semak dan pepohonan menggunakan alat pengolah lahan yang terdiri dari beberapa jenis dan berfungsi berbeda. Seperti dozer yang digunakan untuk menghilangkan semak, scraper digunakan untuk pengangkatan lapisan tanah teratas, atau motor grader untuk pembentukan permukaan tanah agar rata.

  • Alat Penggali

Alat penggali dikenal dengan excavator. Sesuai dengan namanya, berfungsi membantu menggali tanah dan batuan. Beberapa alat berat yang masuk dalam kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell.

  • Alat Pengangkut Material

Alat pengangkut material bisa menggunakan tower crane dan truk. Tower crane berfungsi sebagai alat angkut material dan pekerja bagi secara vertikal maupun horizontal. Sementara truck, belt, dan wagon digunakan untuk mengangkut material dalam jarak tempuh yang jauh.

  • Alat Pemindahan Material

Loader dan dozer masuk dalam kategori alat berat yang berfungsi sebagai alat pemindahan material. Fungsinya bukan sebagai alat transportasi, melainkan untuk memindahkan material satu alat ke alat yang lain.

  • Alat Pemadat

Dalam beberapa konstruksi bagunan, seperti jalan raya atau tanggul sungai, membutuhkan kepadatan tanah yang maksimal. Beberapa alat berat yang masuk dalam kategori alat pemadat, seperti tamping roller, pneumatictiredroller, dan compactor.

  • Alat Pemroses Material

Dalam konstruksi bagunan, Anda juga membutuhkan alat pemroses material yang berfungsi mengubah batuan dan mineral alam menjadi bentuk dan ukuran yang dibutuhkan. Alat pemroses material, seperti crusher dan concrete mixer truck menghasilkan batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal.

  • Alat Penempatan Akhir Material

Jenis alat berat ini berfungsi untuk menempatkan material ke suatu tempat. Contoh alat penempatan akhir material adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat.